Yesterday and Today's Lessons

Hari ini telah terjadi lagi ledakan di kota tempat saya kuliah sekarang. Kaget tapi gak terkejut. Ah apa sih ngomong apa. Ya intinya saya terkejut kalo hari ini ada ledakan lanjutan. Tapi karena udah ada 4 ledakan kemarin, jadinya saya udah gak syok lagi.

Ada hal-hal yang saya pelajari dari sekian banyak series berita bom yang terjadi selama hidup saya. Awalnya saya kira pengeboman itu aksi terorisme yang bawa-bawa paham agama yang salah. Saya tekanin lagi ya, pemahaman agama yang salah. Saya gak pernah bilang agama (terutama yang saya tahu) itu ngajarin yang gak bener dsb. Saya dari SMP sekolah di sekolah negeri dan hidup diantara temen-temen yang agama dan ras yang berbeda dari saya. Temen-temen saya baik-baik kok. Bahkan tuh temen saya pas SMP pas dia puasa (kayaknya lagi ganti hutang) dan temen-temen makan di kelas dan pas kami minta maaf makan dia malah dengan santainya bilang 'gapapa'. Temen-temen saya yang beda agama sama saya baik-baik. Kadang-kadang juga saya belajar beberapa hal dari mereka. Makanya saya yakin agama-agama yang saya tahu ini ngajarin yang baik. Saya juga menghargai kok temen-temen saya. Sebisa mungkin saya menghargai semua orang.

Mungkin mereka berani melakukan itu karena pemahaman yang salah, mungkin mereka merasa baik untuk mengebom tempat ibadah yang bukan sesama mereka (no offense, tapi saya berdasar loh opininya soalnya yang pertama kali di bom di kota ini adalah 3 gereja dengan waktu yang hampir bersamaan). Mungkin mereka merasa orang yang tidak menganut paham yang sama dengan mereka, yang cara ibadahnya beda itu sah-sah aja buat dihilangkan. Tapi kemarin pemahaman saya berubah. Ini bukan soal mereka yang mungkin tersesat sehingga benci dengan yang bukan sesama penganut paham, tapi ini tentang orang yang entah bagaimana sebenarnya pemahaman mereka. Karena ledakan selanjutnya terjadi di rusunawa. Rusunawa coy. Orang-orang yang setahu saya dapat fasilitas dari pemerintah. Ini sepertinya bukan soal agama lagi, mungkin udah lebih ke arah meneror semua mahluk daerah ini? Atau lagi marah-marah sama Indonesia? Gak tahu juga saya.

Dari peristiwa ini saya belajar banyak. Terorisme itu memang murni tindakan yang gak manusiawi. Entah itu latar belakangnya apa. Mungkin kebencian, mungkin pemahaman agama yang salah, dan sebagainya. Pertama-tama, waktu saya dapat berita itu awalnya saya cukup kaget dan baru pertama banget sih saya ada di kota yang lagi di teror, biasanya saya cuma liat dari tv aja. Terus saya juga sempat marah, tapi saya kasihan juga. Marah kenapa sih ada orang yang logikanya kayak gitu. Kasihan karena perbuatan mereka dikecam banyak orang, kasihan kalo perbuatan mereka sia-sia.

Hal yang kedua yang saya pelajari, masih ada ternyata teman-teman saya yang nanyain saya 'kamu gimana? Gak apa-apa kan? Stay safe ya' baik temen kampus maupun temen SMA. Saya melihat dari teror ini ternyata masih banyak kedamaian di sekitar kita. Selama ini kan kebencian di negeri ini berseliweran layaknya sinetron Indonesia tentang mertua sama menantu. Beda pandangan politik langsung diolok-olok. Beranteeem mulu di sosmed udah kayak anak SMP aja. Tapi dari peristiwa ini, ternyata kedamaian itu masih ada. Masih ada orang lain yang mau perhatian ke satu sama lain.

Hal yang ketiga yang saya pelajari adalah pentingnya kita memahami ajaran agama itu sendiri. Kadang-kadang orang tuh cuma menjalani ritual agama, tapi ga mencoba memahami maksudnya. Ga memahami maknanya. Ajaran agama ditelan bulat-bulat tanpa mendalami isi kitab. Saya jadi teringat khotbah waktu ibadah minggu waktu kapan ya, lupa, yaitu ajaran yang kita terima harus disinkronkan sama Alkitab. Ya bener, kan yang nyampain juga manusia dan mungkin aja mereka salah ucap dsb. Pokoknya intinya yang saya mau bilang hal penting dari agama adalah hubungan kita sama Tuhan dan hubungan kita dengan manusia. Kita mengerti apa sih yang Tuhan mau dalam hidup kita. Kita bertumbuh dalam iman.

Hal yang keempat yang saya pelajari adalah jangan lupa berdoa buat negara ini. Makasi yang ngetweet saya udah diingetin. Hehehe. 

Hal yang kelima yang saya pelajari (banyak amat ya yang saya pelajari heheh) adalah jangan lupa merangkul sesama kita. Jangan lupa perhatiin sesama kita. Terorisme ada karena ada paham yang salah. Saya juga diingetin kayak ginian lewat twitter. Kan lebih cepat mencegah daripada mengobati. Lebih baik mencegah teror terjadi daripada mengatas teror. Yakan yakan yakaaaan? Jadi kalau ada temen kita, sesama kita atau siapapun udah pemahamannya udah dangdut banget kesana kemari, melenceng, nah jangan kita biarin. Kita bantu mereka ke arah yang benar dengan cara yang baik (dan mungkin juga lebih sabar). Hope Indonesia can be better.

Love y'all.

Comments

Popular Posts